Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

1/02/2013

Google Maps, Yahoo Maps, Bing Maps - Which One The Most Update?

After read article about development GIS on wikipedia, I've tried to use some open layer site called SAAS like Google Maps, OpenStreetMap, Virtual Earth, Yahoo! Maps, and World Wind servers. SaaS (Software as a Service) sometimes referred to as "on-demand software", is a software delivery model in which software and associated data are centrally hosted on the cloud. SaaS is typically accessed by users using a thin client via a web browser.

And I've just tried Google Maps and Yahoo! Maps and found some differences among both. In this case I choosed my hometown Singosari, Malang City to compare. This is the result for sightseeing.

Yahoo! Maps Image and Google Maps Image

12/31/2012

Modern Cartography

What Is Cartography?
Cartography is the art and science of creating maps. It involves the gathering of geographical information, the storage, processing, and editing of this information, and the presentation of the data in map form. Cartography depends on sound geographical knowledge of the surface being mapped, as well as the many skills and tools instrumental to the mapping process.

Early Cartography

Cartography has been practiced since ancient times. For many centuries its highest application was the production of hand-drawn flat maps and charts assembled from information collected visually by explorers, and other individuals. As a result, they were not as accurate as modern maps, but are fascinating as a record of the level of knowledge and thought at the time. Map reproductions were also of great value because they were copied by hand.

NASA App for Android

Still discussing about android. I just found about NASA application for Android and i've downloaded that application a.s.p. This application is very useful to know all the information about satellite, orbit tracking, astronomy such as galaxy, planet, black hole, space phenomena like aurora, etc and NASA itself. If you curious about the information directly from the NASA here it is...


Application Description

The NASA App showcases a huge collection of the latest NASA content, including images, videos on-demand, NASA Television, mission information, news & feature stories, latest tweets, ISS sighting opportunities, satellite tracking, Third Rock Radio and much more. It is available free of charge on Google Play.

9/15/2012

the fascinating way to learn and improve your english

I have a lot of free time this week, and wanted to do something up,'quality time'. Cause everyday i do 'nothing' in front of my laptop (do something useless). In order to improve my english, i decided to go this usefull site!

1/01/2009

Hanya Lima PTN yang Raih Akreditasi A

Dalam memilih perguruan tinggi tentunya akreditasi menjadi salah satu faktor pertimbangan. Akreditasi di sini mewakili mutu dan kesiapan suatu perguruan tinggi untuk dapat mencetak mahasiswa yang berkualitas. Namun kesiapan perguruan tinggi untuk membangun sistem penjaminan mutunya dinilai masih sangat minim. Dari 55 perguruan tinggi yang mengikuti akreditasi institusi tahap I, hanya lima di antaranya yang telah meraih nilai sangat baik atau A.

Kelima perguruan tinggi itu adalah Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya



Belum berani dinilai

Tahun 2008 ini, bahkan masih banyak perguruan tinggi yang belum berani dinilai. Dari kuota 50 perguruan tinggi yang dinilai, hanya 30 di antaranya yang terisi. Dan, hanya 25 yang lolos untuk dilakukan site visit (visitasi asesor). Visitasi dilakukan Desember ini. Untuk itu, Badan Akreditasi Nasional (BAN PT) berancang- ancang menghentikan sementara proses akreditasi ini di tahun depan.

Padahal, ia mengatakan, setiap program studi maupun perguruan tinggi negeri wajib untuk mengikuti akreditasi. ”Mereka (perguruan tinggi) lupa bahwa perguruan tinggi bisa kena pidana jika tidak segera memiliki akreditasi. Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, jika perguruan tinggi tidak terakreditasi, maka perguruan tinggi tersebut tidak boleh meluluskan mahasiswa,” ujarnya.

Menurutnya, ketentuan ini akan efektif berlaku selambat- lambatnya tahun 2012 mendatang.

Di dalam Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Pendidikan, ucapnya, bahkan disebutkan, hanya perguruan tinggi berakreditasi minimal B yang bisa meluluskan mahasiswa.

”Lulusan bisa menuntut penyelenggara program studi, dekan, atau rektor apabila klaim tentang akreditasi tidak betul dan mereka tidak bisa lulus,” kata Basuki Ahza.

Meski demikian, perguruan tinggi diperbolehkan mengajukan ulang penilaian setelah dua tahun pengajuan pertama, asalkan ada jaminan perbaikan.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Prof Sunaryo Kartadinata mengakui, hasil akreditasi institusi sangatlah bergantung faktor kesiapan tiap perguruan tinggi. Namun, ia melihat, akreditasi institusi ini tidak lebih penting daripada akreditasi yang ada di tiap-tiap program studi. Sebab, ujung tombak akademik justru ada di program studi.

UPI saat ini memperoleh akreditasi B meski kampus ini sekarang memiliki aset gedung mewah bernilai sekitar Rp 500 miliar.


12/12/2008

Asap dan Polusi Udara

Dunia ini sangat indah, Allah swt telah menciptakan tempat yang sedemikian lengkapnya untuk manusia-manusia naif yang kerjanya hanya bisa merusak alam dan membuat semuanya kacau. Huffh, kalau uda mikir kaya gitu, aku jadi ngerasa sangat tidak berguna sekali menjadi seorang manusia. Tapi, mau gimana lagi, manusia sendiri emang diciptain sebagai makhluk paling sempurna, walaupun nggak ada manusia yang sempurna. Lho, gimana nih?

Photobucket
To the point aja lah, benernya saya mao ngebahas tentang asep kendaraan bermotor. *OOTnyaaak* Yah, sedikit tidak nyambung dengan paragraf pertama. Sebenarnya masalah asap ini sudah dari dulu terpikir di benak saya untuk mengadakan riset kecil-kecilan laah. Berawal dari kerjaan rutin saya yang tiap hari bolak-balik dari rumah ke skul sekitar 15 kilo. Menempuh jarak sekian jauhnya asap senantiasa mendampingi saya kemana saja. Sempet pegel juga soalnya jalan dari Singosari ke Arjosari itu dipenuhi truk-truk gede, kontainer, pick up & bison edisi lama, bus kota antar provinsi, dan kendaraan tidak wajar laennya yang biasanya tidak melintas di dalam kota. Yah maklumlah rumah saya agak di pinggir kota Malang.

Dengan mengendarai sepeda motor honda Beat warna merah baru masih mulus, helm biru mio *gak nyambung warnanya--__*, sarung tangan warna-warni yang katanya temen norak, cardigan ijo ngejreng ampe gw dipanggil sayurrr gara2 tu cardigan, tas pink jreng kali ini bener2 gw dipanggil si tabrak warna--__ saya berangkat sekolah selambat-lambatnya pukul 06.25, wah, klo ada guru saya baca ini saya yakin bakal dijitak, lha wong tau sendiri bel masuk bunyi jam 06.45 masi berani juga brangkat siang gitu. Haha..ya begitulah, bukannya gimana, bukannya bangun kesiangan, sorry aja kalee, jam 3 aja saya uda melek. Cuman males aja berangkat pagi-pagi, hmm..mungkin karena uda kebiasaan kali ya. Tapi klo uda niat, gw bisa dateng di skul paling pagi loh...percaya gak!

Photobucket
Wusssss........aseeeeppppppppppp.......
Kalo uda jalan di belakangnya bus ato truk rasanya kaya uda gak ada oksigen di dunia ini. Ga bisa bayangin berapa liter kubik gas karbon monooksida yang masuk ke paru-paru saya. Gas munafik sisa pembakaran gak sempurna itu bisa mengikat O2 dalam darah. Belum lagi timbel (Pb) yang bisa menghasilkan emisi yang dapat mengganggu kesehatan. HOho...saya tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan.

Polusi udara sepertinya memang sudah menjadi sesuatu yang wajar. Apa itu polusi udara? Menurut sejumlah sumber, batas polusi udara adalah tercampurnya zat kimia dalam konsentrasi yang cukup tinggi hingga dapat menyebabkan kerusakan pada manusia, hewan, tumbuhan bahkan harta benda. Di Indonesia sendiri asap kendaraan memberikan kontribusi paling besar dalam pencemaran udara. Bagaimana tidak, emisi kendaraan menyumbang 60-70% polutan dan sisanya adalah industri, rumah tangga, kebakaran hutan, dan lain-lain.

Gambaran yang mirip terjadi pula di Amerika Serikat. Dari jumlah total tiap zat pencemar utama yang dikeluarkan setiap tahun, karbon monoksida (CO) merupakan zat pencemar terbanyak dan kendaraan bermotor adalah sumber utamanya. Namun perlu diingat kita tidak boleh memandang jenis zat pencemar atau sumbernya semata-mata berdasarkan jumlah total emisi tiap tahun. Kita juga harus mempertimbangkan sejauh mana tingkat bahaya setiap jenis zat pencemar, terutama terhadap kesehatan manusia.

WHO Inter Regional Symposium on Criteria for Air Quality and Method of Measurement telah menentapkan beberapa tingkat konsentrasi polusi udara dalam hubungan dengan akibatnya terhadap kesehatan maupun lingkungan sebagai berikut:

Tingkat I: Konsetrasi dan waktu expose yang tidak ditemui akibat apa-apa, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Tingkat II: Konsentrasi yang mungkin dapat ditemui iritasi pada pencaindera, akibat berbahaya pada tumbuh-tumbuhan, pembatasan penglihatan atau akibat-akibat lain yang merugikan pada lingkungan (adverse level).

Tingkat III: Konsentari yang mungkin menimbulkan hambatan pada fungsi-fungsi faali yang fital serta perubahan yang mungkin dapat menimbulkan penyakit menahun atau pemendekan umur (serious level).

Tingkat IV: Konsentrasi yang mungkin menimbulkan penyakit akut atau kematian pada golongan populasi yang peka (emergency level).

Bahaya polutan asap kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tak ramah lingkungan, terutama karena masih mengandung sejumlah Pb, dikhawatirkan akan menurunkan kualitas sumberdaya manusia, karena akan menurunkan tingkat kecerdasan anak-anak. Celakanya, timbel tidak hanya terserap lewat saluran pernapasan. Kini banyak tanaman yang mengandung residu Pb, akibat polusi udara oleh bahan kimia ini. Kalau sudah begini siapa yang harus bertindak?

Penyakit-penyakit yang dapat disebabkan oleh polusi udara adalah:
1. Bronchitis kronika. Pengaruh pada wanita maupun pria kurang lebih sama. Hal ini membuktikan prevalensinya tak dipengaruhi oleh macam pekerjaan sehari-hari. Dengan membersihkan udara dapat terjadi penurunan 40% dari angka mortalitas.
2. Emphysema pulmonum.
3. Bronchopneumonia.
4. Asthma bronchiale.
5. Cor pulmonale kronikum.
Di daerah industri, Czechoslovakia umpamanya, dapat ditemukan prevalensi tinggi penyakit ini. Demikian juga di India bagian utara, penduduk tinggal di rumah-rumah tanah liat tanpa jendela dan menggunakan kayu api untuk pemanas rumah.
Kanker paru. Stocks & Campbell menemukan mortalitas pada non-smokers di daerah kota 10 kali lebih besar daripada daerah rural.

6. Penyakit jantung, juga ditemukan dua kali lebih besar morbiditasnya di daerah dengan polusi udara tinggi. Karbon-monoksida ternyata dapat menyebabkan bahaya pada jantung, apalagi bila telah ada tanda-tanda penyakit jantung ischemik sebelumnya. Afinitas CO terhadap hemoglobin adalah 210 kali lebih besar daripada O2 sehingga bila kadar CO Hb sama atau lebih besar dari 50%, akan dapat terjadi nekrosis otot jantung. Kadar lebih rendah dari itu pun telah dapat mengganggu faal jantung.

7. Kanker lambung, ditemukan dua kali lebih banyak pada daerah dengan polusi tinggi.
Penyakit-penyakit lain, umpamanya iritasi mata, kulit dan sebagainya banyak juga dihubungkan dengan polusi udara. Juga gangguan pertumbuhan anak dan kelainan hematologik pernah diumumkan. Di Rusia pernah ditemukan hambatan pembentukan antibodi terhadap influenza vaccin di daerah kota dengan tingkat polusi tinggi, sedangkan di daerah lain pembentukannya normal.

Pengendalian
Mengingat kendaraan bermotor mempunyai andil terbesar dalam polusi udara, maka pengendalian polusi udara juga berarti pengendalian emisi kendaraan bermotor. Pengendalian tingkat ini adalah pengendalian terhadap simpul A dalam “teori simpul”.

Apabila memungkinkan, selain peraturan perundangan yang berlaku umum, dapat pula dibuat peraturan yang khusus untuk mengelola sumber-sumber pengotor udara. Peraturan seperti ini dikenal sebagai standar emisi, khususnya emisi kendaraan bermotor.

Di samping itu ada pula standar yang diberlakukan bagi kualitas bahan bakar, karena sebagian besar polusi udara disebabkan oleh pembakaran. Kualitas hasil atau sisa pembakaran tergantung antara lain dari kualitas bahan bakar yang digunakan. Di DKI Jakarta telah diujicoba penggunaan bahan bakar yang berasal dari gas alam yang sangat ramah lingkungan.

Namun, kualitas pembakaran oleh kendaraan bermotor tidak kalah pentingnya. Karena itu, perawatan kendaraan dan jika perlu pembatasan usia kendaraan mutlak dilakukan. Hal ini memungkinkan dilakukan jika secara berkala dilakukan uji emisi kendaraan. Kendaraan bermotor yang beroperasi di kota harus telah lulus uji emisi.

Peran serta masyarakat dalam mengurangi polusi pada udara ambient, dalam hal ini intervensi terhadap simpul B, sangat diperlukan. Gerakan penghijauan seyogianya terus ditingkatkan, terutama dimulai dari tempat tinggal masing-masing. Sangat dianjurkan menggunakan pohon yang berdaun lebar atau yang berpotensi mengurangi polusi udara. Misalnya setiap keluarga, terutama di kota, menanam sebuah bibit pohon angsana. Niscaya lima tahun ke depan, telah tercipta lingkungan yang asri dan terhindar dari polusi udara. Demikian pula taman-taman kota perlu digalakkan untuk mengimbangi polusi udara kota dan agar “langit biru” tidak sekedar menjadi isapan jempol.

Nah itu tadi ulasan mengenai bahaya asap kendaraan bermotor yang menyebabkan polusi udara. Banyak sekali dampak negatif akibat emisi kendaraan yang mencapai separuh lebih penyumbang polutan di Indonesia. Tidak mudah memang, mengendalikan masalah besar semacam ini. Di Indonesia sendiri orang-orang kebanyakan lebih senang menggunakan kendaraan sendiri ketimbang memanfaatkan transportasi umum. Berbeda dengan negara-negara seperti Jepang, Korea yang sangat memperhatikan tentang pencemaran. Di Negara-negara tersebut, sebagian besar masyarakatnya menggunakan fasilitas umum daripada membawa kendaraan sendiri. Yah, memang bukan salah orang Indonesia yang hobi membawa kendaraan sendiri ke mana saja. Transportasi umum di negeri ini saya rasa kurang memadai, bahkan jika dihitung-hitung membawa kendaraan sendiri lebih hemat ongkos dan efisien waktu ketimbang harus naek transportasi umum seperti angkot yang kebanyakan kondisinya kurang baik dan sering 'ngetam'. Maka dari itu, pemerintah perlu berupaya keras menangani masalah ini, demi memajukan bangsa Indonesia, membangunkannya dari keterpurukan..


diambil dari berbagai sumber